Denpasar, 11 Desember 2008
Ini adalah cerita nyata pada hari Rabu, 10 Desember 2008, tepat hari Hak Asasi Manusia Sedunia diperingati. Adalah Kumbang, seorang direktur sebuah lembaga penelitian yang masih relatif baru di Bali. Hatinya gembira ketika diberi kupon berhadiah. Sang pemberi mengatakan bahwa kupon itu dia peroleh dari dalan bungkus sabun cuci Attack, milik KAO. Kupon tersebut berhadiah satu mobil AVANZA. Lumayan.
Ini adalah cerita nyata pada hari Rabu, 10 Desember 2008, tepat hari Hak Asasi Manusia Sedunia diperingati. Adalah Kumbang, seorang direktur sebuah lembaga penelitian yang masih relatif baru di Bali. Hatinya gembira ketika diberi kupon berhadiah. Sang pemberi mengatakan bahwa kupon itu dia peroleh dari dalan bungkus sabun cuci Attack, milik KAO. Kupon tersebut berhadiah satu mobil AVANZA. Lumayan.
Cepat-cepatlah si Kumbang menelpon nomor yang tertera di kupon tersebut. Telepon diangkat dan terjadi diskusi mengenai kebenaran kupon berhadiah tersebut. Si Kumbang diberitahu dia telah beruntung mendapatkan satu unit mobil AVANZA, namun harus melakukan beberapa prosedur yang diperintahkan oleh “PT. KAO”.
Panjang bercerita di telepon, akhirnya di Kumbang minta untuk pergi ke ATM terdekat untuk mentransfer sejumlah uang sekitar 4,5 juta rupiah. Untung Si Kumbang segera menutup telepon itu meskipun sebelumnya Si Oknum mengatakan akan rugi kalau menutup pembicaraan itu. Si Kumbang kemudian menghubungi PT KAO di Jakarta. Pihak PT KAO mengatakan bahwa tidak ada undian berhadiah yang seperti yang dimaksudkan Si Kumbang. Berarti kupon tersebut adalah sebuah penipuan.
Si Kumbang juga menelpon Polda Bali untuk melaporkan kejadian yang baru saja dia alami. Polda Bali segera menindaklanjuti dengan menelpon oknum yang mengaku dari PT. KAO. Hasilnya nihil, nomor itu sudah tidak aktif.
Meskipun tidak memberikan nomor rekeningnya, Si Kumbang menghubungi kantor bank untuk memastikan bahwa uang direkeningnya aman. Pihak bank menyatakan bahwa selama tidak memberitahukan nomor rekening, uang yang ada direkening aman.
Untung belum mentransfer sejumlah uang. Bisa-bisa kantong bobol. Meskipun demikian, untuk menelpon sejumlah orang di atas, Si Kumbang telah menghabiskan uang sekitar 94 ribu rupiah. Lain kali hati-hati. Ikuti pesan sponsor, jangan percaya dengan undian berhadiah. Namun yang meyakinkan Si Kumbang adalah kupon tersebut berada di dalam kemasan, sangat rapi sekali seolah-olah kupon itu dari produsen. Semakin pintar juga ya penipu-penipu sekarang ini.