Here's my new website http://winarto.in. My Hermitage Abode, My Words as my mind and soul
Enjoy it.
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 16 Mei 2009
Selasa, 23 Desember 2008
Langkah Kembali Terayun
Langkah Awal Di Mulai
Setapak Demi Setapak Terlewati
Masa Yang Telah Berlalu
Menjadi Prasasti
Yang Memberi Pelajaran Berarti
Untuk Menapaki Jalan
Yang Belum Pernah Terlewati
Jangan Lagi Tersesat
Jangan Lagi Hilang
Berpaling Pada Kenikmatan Dunia
Berpikir Lebih Jernih
Menghadapi Makin Keruhnya Hidup
Berbuat Lebih Bijak
Dalam Menempuh Kelamnya Suasana
Raih Mimpi - Mimpi Menjadi Kenyataan
Bergerak Menuju Hidup Damai Yang Abadi
Setapak Demi Setapak Terlewati
Masa Yang Telah Berlalu
Menjadi Prasasti
Yang Memberi Pelajaran Berarti
Untuk Menapaki Jalan
Yang Belum Pernah Terlewati
Jangan Lagi Tersesat
Jangan Lagi Hilang
Berpaling Pada Kenikmatan Dunia
Berpikir Lebih Jernih
Menghadapi Makin Keruhnya Hidup
Berbuat Lebih Bijak
Dalam Menempuh Kelamnya Suasana
Raih Mimpi - Mimpi Menjadi Kenyataan
Bergerak Menuju Hidup Damai Yang Abadi
Label:
Sastra
Senin, 08 Desember 2008
KESUNYIAN HATI
KESUNYIAN MALAM
MEMBAWA PIKIRANKU
PADA KESEPIAN
SESEPI HATIKU
YANG HIDUP TANPA KAMU
DISISIKU
AKU TAK BISA BERBUAT BANYAK
TIADA YANG BISA MEMBUAT
HATIKU KEMBALI CERIA
SELAIN KAMU SEORANG
TIADA YANG BISA MENYINARI
SUDUT GELAP HATIKU
SELAIN SEBERKAS CAHAYA HATIMU
MEMBAWA PIKIRANKU
PADA KESEPIAN
SESEPI HATIKU
YANG HIDUP TANPA KAMU
DISISIKU
AKU TAK BISA BERBUAT BANYAK
TIADA YANG BISA MEMBUAT
HATIKU KEMBALI CERIA
SELAIN KAMU SEORANG
TIADA YANG BISA MENYINARI
SUDUT GELAP HATIKU
SELAIN SEBERKAS CAHAYA HATIMU
Label:
Sastra
Sabtu, 29 November 2008
Mengenang Keceriaan dan Kehampaan
KEMBALI TERKENANG
DAN AMAT MERINDUKAN
SAAT DAUN – DAUN BETERBANGAN
JATUH BERSERAKAN
MENGAYUH LANGKAH – LANGKAH KEHIDUPAN
MENUJU GERBANG KEEMASAN
AKU AMAT MERINDUKAN
BERSAMA – SAMA MENCAPAI KEJAYAAN
MUNGKINKAH MASA LALU KEMBALI TERULANG?
KETIKA TERIK MENTARI MEMBAKAR KULIT
ANGIN PANAS MENIUP RAGA
DI TENGAH HATI YANG DINGIN TERTIUP CINTA
BERJALAN MENGELILINGI PUTARAN WAKTU
DALAM KEBISINGAN MASIH ADA KEHAMPAAN
DALAM KEHAMPAAN MASIH ADA KECERIAAN
TERASA SEMPURNA
DAN AMAT MERINDUKAN
SAAT DAUN – DAUN BETERBANGAN
JATUH BERSERAKAN
MENGAYUH LANGKAH – LANGKAH KEHIDUPAN
MENUJU GERBANG KEEMASAN
AKU AMAT MERINDUKAN
BERSAMA – SAMA MENCAPAI KEJAYAAN
MUNGKINKAH MASA LALU KEMBALI TERULANG?
KETIKA TERIK MENTARI MEMBAKAR KULIT
ANGIN PANAS MENIUP RAGA
DI TENGAH HATI YANG DINGIN TERTIUP CINTA
BERJALAN MENGELILINGI PUTARAN WAKTU
DALAM KEBISINGAN MASIH ADA KEHAMPAAN
DALAM KEHAMPAAN MASIH ADA KECERIAAN
TERASA SEMPURNA
Label:
Sastra
Luapan Cinta
Intan permata hati
Terang kemilau
Cahaya terpendar
Dalam kalbu
Menerangi sudut demi sudut
Relung hati
Tiada yang ku damba
Selain dirimu
Peluk mesra dan cium Kekaguman itu
Mengobati hati ini
Yang selalu rindu
Perhiasan yang melekat Dalam jiwa
Senantiasa memberi Keindahan
Lihatlah daku dan dikau
Selalu bersama dalam Kemesraan
Membisikkan kata-kata cinta
Meneriakkan panji-panji cinta
Bersama bertolak menuju lautan
Yang terhampar seakan tiada bertepi
Dengarkan ombak telah berteriak
Memanggil-manggil
Mengajak bersama
Mengarungi samudera raya
Terang kemilau
Cahaya terpendar
Dalam kalbu
Menerangi sudut demi sudut
Relung hati
Tiada yang ku damba
Selain dirimu
Peluk mesra dan cium Kekaguman itu
Mengobati hati ini
Yang selalu rindu
Perhiasan yang melekat Dalam jiwa
Senantiasa memberi Keindahan
Lihatlah daku dan dikau
Selalu bersama dalam Kemesraan
Membisikkan kata-kata cinta
Meneriakkan panji-panji cinta
Bersama bertolak menuju lautan
Yang terhampar seakan tiada bertepi
Dengarkan ombak telah berteriak
Memanggil-manggil
Mengajak bersama
Mengarungi samudera raya
Label:
Sastra
Suara Nurani
Mengalun musik
Menyejukan hati
Membius setiap telinga
Yang terpampang mempesona
Lagu-lagu mengalun
Diiringi suara rintik hujan
Syair yang didendangkan
Menyayat kalbu
Mengiris sampai menusuk
Tulang raga ini
Nyanyian perdamaian bertalu-talu
Merinding bulu roma
Setiap kali memaknai syairnya
Menyejukan hati
Membius setiap telinga
Yang terpampang mempesona
Lagu-lagu mengalun
Diiringi suara rintik hujan
Syair yang didendangkan
Menyayat kalbu
Mengiris sampai menusuk
Tulang raga ini
Nyanyian perdamaian bertalu-talu
Merinding bulu roma
Setiap kali memaknai syairnya
Label:
Sastra
Langganan:
Postingan (Atom)