Peta di samping adalah peta kota Denpasar. Peta tersebut dipasang di dinding kamar Agung. Aku juga menggunakan kamar itu. Hingga saat ini, aku masih sering melihat peta itu.Sejak datang pertama kali di Bali, aku memanfaatkan peta tersebut untuk mengenal jalan-jalan di Bali. Maklum, ketika bulan Juni ke Bali, aku beberapa kali tersesat di Denpasar, sedangkan Agung saat itu sedang ada di Jakarta. Oleh sebab itu, pernah peta tersebut tak lepas dan selalu ku bawa ketika jalan-jalan, biar tidak tersesat.
Meskipun saat itu aku membawa peta, namun pernah masih tersesat juga. Usut punya usut dan bertanya ternyata peta itu ada yang salah. Adapula jalan baru di Denpasar, belum masuk di peta itu. Tapi, lumayanlah ada peta yang kubawa.
Kini, peta itu sudah terpasang lagi di dinding kamar Agung lagi. Aku sudah lumayan kenal dengan jalan-jalan utama dan “jalan tikus” di Denpasar.
Peta itu sudah berjasa selama aku di Bali.
Peta itu sudah berjasa selama aku di Bali.