Kamis, 27 November 2008

Makna 24


Denpasar-26 November 2008
Selasa, 25 November 2007 pukul 23.50 WITA, terdengar suara ring tone ponselku, ada panggilan masuk. Aku yang sudah tertidur terbangun dan mengangkat panggilan tersebut. Ada yang mengucapakan selamat ulang tahun kepadaku. Hanya singkat dialog malam itu, kemudian aku tutup bermaksud ingin berdoa mengucap syukur dan ber-make a wish. Waktu menunjukkan pukul 00.00 WITA, pertanda sudah masuk hari Rabu 26 November 2008.


Di kamar aku bersama Sunny, sedang mengetik menggunakan laptop. Terlihat serius sekali. Aku beranjak dari tempat tidur dan keluar kamar. Denpasar dingin dan mendung melingkupi kota ini sejak pagi. Duduk di teras sambil merenung sebentar. Pikiranku melayang dan membayangkan 24 tahun yang lalu di Dusun Benowo Wetan. Mak (panggilan untuk Ibuku) melahirkanku. Dan tanggal 26 November ini aku kini berumur 24 tahun.


Ulang tahun ke-24 ini sangat istimewa untukku. Untuk pertama kalinya, aku tidak ”merayakan” bersama keluarga di Benowo. Meskipun bukan dalam arti perayaan yang mewah, namun selama 23 tahun yang lalu aku mesti selalu berkumpul ketika tanggal 26 November. Itu yang penting dan selalu membuatku kangen bersama keluarga. Ulang tahun kali ini istiwewa, aku tidak bersama keluargaku.


Malam terus berjalan, mendekati pagi. Di teras rumah aku mengucapkan beberapa harapan-harapanku. Tanpa meniup lilin dan potong kue, aku berharap dapat membahagiakan keluargaku. Mereka telah banyak berkorban untukku, tidak ternilai harganya. Tanggal 25 November 2008, Bapak dan Mak menelponku, kangen. Aku katakan bahwa aku akan pulang pas libur Natal dan Tahun Baru. Aku pun sudah kangen dengan pecel bakmi Mak.


Aku juga ingin kuliah lagi. Bapak pernah mengatakan bahwa beliau hanya ”kuat” membiayai sampai S1 saja. Namun, pernah suatu saat mengatakan aku disuruh untuk kuliah S2. Entah uang darimana aku tidak tahu. Dalam hatiku, aku ingin melanjutkan kuliah dari usahaku sendiri, baik bekerja maupun mencari beasiswa. Aku telah memulainya dengan bekerja di Global Research and Intelligence Network. Sebuah awal yang bagus. Aku mulai menabung untuk melanjutkan studiku. Di samping itu, aku pun banyak memiliki kenalan dengan orang-orang luar negeri melalui perusahaan ini. Pengalaman yang sangat berharga.


Waktu sudah menunjukkan pukul 00.30 WITA. Aku kembali ke kamar. Terlihat Sunny masih serius mengetik. Aku berbaring untuk tidur, karna nanti jam 05.30 aku harus bangun. Rutin itu aku lakukan dengan dibantu alarm di ponsenku.


Meskipun hari ini ultahku, namun tidak ada yang istimewa. Semua berjalan seperti hari-hari biasa. Paling terima SMS berisi ucapan selamat. Atau dari comments/message friendster ucapan selamat ultah yang datang dari teman-teman. Pikiranku masih dengan harapan-harapanku semalam.


Siang hari di kantor, ada SMS masuk mengucapkan selamat ultah. Ada yang menulis ”tiup lilinnya......potong kuenya........”, beraneka ragam SMS masuk ke ponselku.
”Potong kue?”, kataku dalam hati


Sampai umur ke-24 ini, hanya sekali potong kue plus tiup lilin. Itupun hadiah dari kakak ponakanku. Bagiku bukan itu substansinya. Aku lebih suka melakukan perenungan dalam kesendirian. Tidak ada pesta, makan-makan, mentraktir teman pun tidak. Mentraktir kalau ada teman yang tahu kemudian mereka ”menodong” minta ditraktir.


Aku ingin menggapai setiap harapanku, dengan tetap ”ora et labora”. Selamat ulang tahun Winarto