Jumat, 28 November 2008

(Masih) Menunggu Konsistensi Inter Milan

Denpasar, 27 November 2008
Minggu 23 November 2008 pukul 03.00 WIB, alarm ponselku berbunyi. Sengaja kupasang pada jam tersebut karena ingin melihat pertandingan big match Inter Milan vs Juventus di TV 7. Partai yang ditunggu-tunggu penggemar sepakbola terutama Liga Italia Serie A. Giornata ke-13 ini, Inter Milan akan menghadapi Si Nyonya Besar, Juventus.


Inter Milan sebagai pemuncak klasemen sementara harus berupaya keras untuk mempertahankan posisi dari pesaing-pesaing terdekatnyanya seperti AC Milan, Juventus, Napoli, Lazio dan Fiorentina. Persaingan yang ketat di papan atas klasemen ini menyebabkan Inter Milan waspada dengan Juventus.


Pertandingan pagi itu berjalan sangat ketat, silih berganti kedua kesebelasan menyerang dan bertahan. Setelah lama menunggu gol, Inter Milan akhirnya mencetaknya melalui Muntari. Hingga menit akhir, kedudukan 1-0 untuk kemenangan Inter Milan. Dengan nilai 30 hingga pekan ke-13 ini, Inter Milan masih kokoh di puncak klasemen. Di pertandingan lain, AC Milan bertanding lawan Torino dengan hasil seri 2-2. Dengan poin 27 yang dimiliki AC Milan di peringkat ke-2 (selisih 3 poin), menjadikan Inter Milan penguasa hingga pekan ini.


Pada pentas Serie-A, Inter Milan akhir-akhir ini memang merajai dengan menjadi juara 3 kali berturut-turut, sejak pelimpahan mahkota juara dari Juventus karena kasus calciopoli. Kasus tersebut akhirnya menyeret Juventus terlempar ke Serie B.


Kamis pagi 27 November 2008 waktu Indonesia, Inter Milan menghadapi Panathinaikos di ajang Liga Champion Eropa. Bertanding dengan klub asal Yunani tersebut, Inter Milan dijagokan akan menang, apa lagi bermain di Stadion Giuseppe Meazza, Milan. Namun, hasil pertandingan berkata lain. Setelah keasyikan menggempur pertahanan Panathinaikos melalui striker andalan Zlatan “Ibra Kadabra” Ibrahimovic dan Adriano, Inter Milan malah lengah dan akhirnya kebobolan satu gol di menit 69 oleh Jose Sarriegi.


Meski tetap lolos ke babak 16 “Knock Out“ Besar, hasil ini mengecewakan. Klasemen akhir apakah Inter Milan menjadi juara atau runner-up group B, akan ditentukan pada match day ke-6 Liga Champion, Inter Milan akan melawan Werder Bremen, sedangkan Panathinaikos akan menghadapi Anathosis.


Sebagai salah satu klub besar dengan pelatih yang paten, pemain berkelas dunia dan dukungan dana yang melimpah, konsistensi Inter Milan dalam setiap pertandiangan masih terus ditunggu. Namun, dengan berkaca pada filosofi kehidupan, tidak selamanya kemenangan ada ditangan, tidak selamanya kekalahan akan didapat, tidak mungkin menang terus, tidak mungkin kalah terus. Yang terpenting adalah lakukan yang terbaik dan bermain secara fair play. (Win)