Sabtu, 16 Mei 2009

My new website (Winarto's Hermitage Abode)

Here's my new website http://winarto.in. My Hermitage Abode, My Words as my mind and soul
Enjoy it.

Senin, 11 Mei 2009

Dari Diskusi Santai di Taman 65

Kamis, 7 Mei 2009 pukul 13.14 WITA, sebuah email dikirim oleh Anton Muhajir ke milis Baliblogger. Ada undangan diskusi santai bareng Ariel Heryanto dan Gusti Agung Putri Astrid Kartika, Direktur non aktif Elsam Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat. Ariel dikenal sebagai salah satu akademisi yang memiliki banyak penelitian khususnya mengenai sejarah Indonesia. Sejak 2009 Ariel menjadi Head of the Southeast Asia Centre di Australian National University, setelah sebelumnya mengajar di Melbourne University.

Diskusi dilaksanakan di Taman 65, yang berlokasi di Jalan WR. Supratman 193 Kesiman Denpasar Timur. Diskusi santai, memang demikianlah yang diterjadi. Kalau di Solo, ingat dengan diskusi di angkringan yang di tayangankan oleh TA TV Solo. Relax. Hampir mirip-mirip suasananya. Meskipun demikian, topik yang diangkat dan alur pembicaraan menarik untuk diikuti.

Ternyata, diskusi santai ini adalah agenda rutin di Taman 65. Ketika membaca email yang masuk ke milis Baliblogger mengenai undangan diskusi itu, ada dua hal yang saling terkait yaitu tempat pelaksanaan dan topik yang diangkat. Tempat diskusi di Taman 65 dan topik diskusi mengenai Tragedi ’65. Wuidih, setelah 8 bulan di Denpasar, ternyata ada komunitas yang sering berkumpul di Taman 65, yang notabene adalah kumpulan “korban” tragedi tahun 65. Namun demikian, meskipun bernama Taman 65, tidak melulu membicarakan ’65. Itu diungkapkan oleh Agung Alit, salah satu convenor Taman 65. Pernyataan itu mematahkan perkiraanku bahwa Taman ’65 hanya melulu berbicara tragedi kelam bangsa Indonesia ini, kalau dilihat dari namanya. Di sana juga akan mudah ditemui lukisan-lukisan karya teman-teman di sana sebagai ungkapan hati atas kekejaman tragedi '65.

Lokasinya pun tidak jauh dari rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal ku, di tempat Agung. Kalau menggunakan istilah yang sering digunakan Agung, “cuma setimpukan batu”. Saat menerima email itu, aku langsung SMS Agung memberitahukan email itu, yang kebetulan beberapa waktu yang lalu, aku mengirim email ke Ariel mengenai buku yang ditulis Agung berjudul “Imu Ekonomi dan Kebebasan”. Sekalian reuni, maklum ketika berkuliah di Satya Wacana, nama Ariel Heryanto begitu popular, namun belum pernah bertemu. Saat yang tepat untuk bertemu Ariel yang lulus Sarjana Pendidikan tahun 1980 dari Satya Wacana itu.

Malam itu, dengan naik mobil Taft menuju Taman 65 Kesiman. Sudah ramai dengan peserta, tidak hanya dari orang Indonesia, namun terlihat beberapa orang asing hadir di Taman 65. Dijadwalkan diskusi mulai jam 19.30 WITA, namun akhirnya dimulai sekitar pukul 20.00 WITA.
Di luar dugaan, ternyata diskusi memang betul-betul santai. Boleh dikatakan hanyalah curhat atau sharing. Gung Tri (panggilan Gusti Agung Putri Astrid Kartika) memulai dengan sering pengalaman sekitar 10 menit. Bahkan setelah giliran Ariel berbicara, dia katakan bahwa sama sekali tidak mempersiapkan apa yang akan dibicarakan, tahunya hanya topik tentang tragedy ’65. Ketika Gung Tri berbicara, Ariel baru berpikir, apa yang harus dia bicarakan.

Point penting yang menarik dari diskusi tersebut adalah mengenai apakah peristiwa kelam itu harus dilupakan atau diingat, kalau dilupakan pada bagian apa dan apabila harus diingat, apa yang perlu diingat. Yah, tragedi yang masih menjadi misteri. Penuh dengan pembelokan alur cerita. Banyak “korban” dengan intensitas yang berbeda dari tragedy tersebut, baik korban meninggal, disiksa, penjara, korban dari pembelokan sejarah/berita dan korban-korban lainnya.

Pada bagian lain, meskipun terjadi pembelokan alur cerita, sejarah itu pasti akan terkuak meski memakan waktu yang tidak tahu kapan akan terjadi. Ada saja rintangan untuk mencapai ke tujuan tersebut hingga masih terbentur sana, terbentur sini. Sulit, namun tidak ada yang tidak mungkin. Syuting film “Lastri” yang beberapa waktu lalu akan dilaksanakan di Kota Solo, dihentikan setelah terjadi pro kontra terhadapnya. Meskipun hanya mengambil tema percintaan di masa tahun ’65, film tersebut dianggap tidak layak karena dianggap akan menyebarkan ajaran komunisme dan marxisme. Akan tetapi masih ada jalan mengungkap peristiwa itu, melalui bahasa tutur, tulisan-tulisan, penelitian hingga diskusi kecil seperti di Taman 65.

Memang pahit dan menggoreskan luka, manakala mengingat tragedi berdarah itu. Ketakutan, trauma akan sejarah yang berulang “dalam bentuk” lain, menginggapi kalangan masyarakat Indonesia. Sejarah tetaplah sejarah, kalaupun ada “pembelokan” atasnya suatu saat akan terkuak. Tragedi ’65 telah menjadi sejarah Indonesia. Kalau dipikir-pikir, tanpa tragedi itu mungkin bangsa Indonesia tidak akan seperti saat ini, entah saat ini itu suatu keadaan yang baik atau bobrok? Setidaknya itu yang dapat aku maknai sebagai salah satu korban langsung. Tanpa tragedi ’65 mungkin sejarah keluargaku tidak akan terjadi dan aku tidak dapat menulis cerita tak beraturan ini.

Senin, 04 Mei 2009

Ketika Cinta Itu Menjadi Nyata

Lagu “Berita Kepada Kawan” Ebiet G Ade melantun sempurna, di tengah malam dengan ditemani bulan sabit di atas langit. Sayup-sayup ibarat syair kehidupan membisik di antar sela-sela telinga. Ada sejumlah bayangan yang hilir mudik menghantui alam pikiran ini.

Sesosok tubuh laki-laki tua menarik sebuah gerobag berwarna hijau. Berkeliling dari rumah ke rumah. Diambil sekeranjang sampah dari satu rumah, ditumpahkan ke atas gerobagnya. Bergerak ke rumah yang lain. Demikian itu terus dilakukan, tiap langkah demi langkah, mulai pagi hingga menjelang sore. Tiada terasa , hari demi harus terus dilalui dan pekerjaan nan berat itu telah dilalui lebih dari 20 tahunan.

Perjalanan yang dilalui memanglah menyedihkan, namun cinta telah mengobarkan semangat bapak itu untuk memberikan kehidupan untuk anak dan istrinya. Siapa yang tidak akan bangga melihat perjuangan yang sedemikian hebat?

Setiap peluh yang mengalir, adalah wujud cinta yang diberikan. Kini, usia telah membuat kulit yang hitam legam menjadi keriput, pandangan kabur. Keinginan untuk memberikan cinta itu belumlah padam.

Itulah sepenggal cerita orang tuaku, yang terus bekerja keras untuk keluarganya. Ingin membantu meringankan beban itu, namun apa daya, belum mampu, setidaknya sampai beberapa waktu yang lalu. Bayangan yang terus menghantui itu, kini sedikit demi sedikit akan menjadi pudar. Aku menyuruh Bapak untuk mengurangi aktivitas sebagai penarik gerobag sampah. Aku ingin Bapak lebih banyak istirahat, meskipun tetap beraktivitas menarik gerobag sampah tapi tidak terlalu banyak.

Aku bisa merasakan bagaimana beratnya menarik gerobag itu. Ya, beberapa waktu yang lalu, saat Bapak sakit, aku dan kakakku menggantikan Bapak untuk menarik gerobag hijaunya. Betapa sangatlah berat, terik panas matahari menyengat dan siapapun yang ditanya apakah mau melakukan pekerjaan itu, bisa ditebak pasti tidak akan mau. Akan tetapi, oleh Bapak yang telah berumur 68 tahun, pekerjaan itu dilakukan dengan penuh sukacita.

Aku tahan-tahan melihat Bapak yang tiap hari bersusah payah bekerja. Bapak hanya berpesan untuk menjadi pandai dan tidak seperti orang tuanya. Tidak tahan setiap kali melihat Bapak bekerja dibawah terik mentari bahkan ketika hujan deras turun. Di kala badan tidak enak pun, Bapak memaksakan diri untuk menarik gerobagnya.
Sudah cukup rekoso Bapak. Setelah 14 tahun di pembuangan dan lebih dari 20 tahun di jalanan berkeliling, sudah saatnya Bapak untuk mengurangi aktivitas berat itu.

Semalam aku menelpon Bapak dan mengutarakan maksudku. Semula memang timbul penolakan,khawatir mengenai kebutuhan rumah tangga yang harus terpenuhi. Aku coba yakinkan bahwa kalau sebagai anak yang sudah bekerja, aku yang akan bertanggung jawab untuk kebutuhan rumah. Wajar penolakan itu karena tanggung jawab sebagai kepala keluarga.

Sudah saatnya yang muda yang bekerja, itu yang aku katakan ke Bapak. Aku seneng ketika Bapak mau untuk mengurangi aktivitas. Kini giliranku untuk membahagiakan orang-orang yang aku cinta. Ketika cinta Bapak nyata dalam hidupku, aku ingin membalasnya dengan memberikan cinta yang nyata pula kepadanya. Ada seorang teman yang bertanya, “Bagaimana dengan ibumu, kok kalau menulis hanya mengutarakan cerita tentang Bapakmu saja? Jawabannya sederhana, terlalu sulit untuk diungkapkan, ketika harus mengurai kata demi kata untuk menggambarkan betapa besar kasih sayang seorang ibu. Sulit diterjemahkan dalam bahasa tulisan.

Kamis, 23 April 2009

Info Milis-Milis Alumni SMA 3 Surakarta

Rekan-rekan alumni SMAGA, berikut ini ada beberapa info Milis-Milis Alumni SMAGA. Saya sengaja mengumpulkan info-info ini untuk menyebarkan milis ini ke teman-teman semua. Namun, sangat dimungkinkan masih banyak milis-milis alumni SMAGA yang lain. Mohon teman-teman juga bersedia untuk menginformasikannya.

Saya sengaja memberikan keterangan-keterangan mengenai milis-milis yang berhasil saya temukan, terutama berdasarkan member. Ada milis yang memang terbuka untuk umum (semua angkatan), namun ada pula per angkatan/harus memenuhi syarat-syarat tertentu.

Kalau ingin bergabung, kirim email saja ke "Subscribe send email to", atau kunjungi page masing-masing milis yang juga telah saya sertakan dan ikuti petunjuk yang ada disana. Diharapkan dengan informasi ini, member pada masing-masing milis semakin bertambah banyak, tidak kalah dengan Groups Alumni SMA 3 di Facebook.

Semoga bermanfaat.

* SMAGA-Surakarta
1. Description: Milis ini terbentuk untuk menjembatani komunikasi di antara sesama alumni SMAGA Solo dari berbagai angkatan yang sudah tersebar di berbagai tempat.
2. Address: http://groups.yahoo.com/group/SMAGA-Surakarta/
3. Created: 6 years ago
4. Archive: Membership Required
5. Moderated: Yes
6. Members: 35
7. Founded: Oct 3, 2002
8. Subscribe send email to: SMAGA-Surakarta-subscribe@yahoogroups.com

* alumnismaga
1. Description: Ini tempat kumpulnya para alumni SMA / SMU Negeri 3 Surakarta di dunia maya, dimana kita bisa berbagi informasi dan pengetahuan melalui milist ini, melepas kangen dan berbagi kabar antar sahabat yang lama terpisah
2. Address: http://groups.yahoo.com/group/alumnismaga/
3. Created: 5 years ago
4. Archive: Public
5. Moderated: No
6. Members: 246
7. Founded: Jun 10, 2003
8. Subscribe send email to: alumnismaga-subscribe@yahoogroups.com

* aksel_smaga
1. Description: Komunitas alumni dan siswa program akselerasi SMA Negeri 3 Surakarta.
2. Address: http://groups.yahoo.com/group/aksel_smaga/
3. Created: 3 years ago
4. Archive: Membership Required
5. Moderated: Yes
6. Members: 113
7. Founded: Aug 14, 2005
8. Subscribe send email to: aksel_smaga-subscribe@yahoogroups.com

* SMAGA93-96
1. Description: Forum buat keep contact antar anak-anak SMA Negeri Tiga Surakarta yang masuk taun 93 and lulus taun 96
2. Address: http://groups.yahoo.com/group/SMAGA93-96/
3. Created: 8 years ago
4. Archive: Membership Required
5. Moderated: No
6. Members: 67
7. Founded: Oct 12, 2000
8. Subscribe send email to: SMAGA93-96-subscribe@yahoogroups.com

* Smaga92
1. Description: Milis alumni SMA 3 Surakarta angkatan 92
2. Address: http://groups.yahoo.com/group/Smaga92/
3. Created: 4 years ago
4. Archive: Membership required
5. Moderated: No
6. Members: 60
7. Founded: Oct 25, 2004
8. Subscribe send email to: Smaga92-subscribe@yahoogroups.com

* Smaga2000
1. Description: Smaga 2000 adalah salah satu milist yang diharapkan beranggotakan temen** Smaga (Smu Tiga) Surakarta yang lulus tahun 2000.
2. Address: http://groups.yahoo.com/group/Smaga2000/
3. Created: 1 year ago
4. Archive: Membership Required
5. Moderated: No
6. Members: 57
7. Founded: Sep 18, 2007
8. Subscribe send email to: Smaga2000-subscribe@yahoogroups.com

* hesma
1. Description: Ini adalah media baru bagi Himpunan Eks SMA 3 Solo untuk saling kontak dan bertukar informasi walau berjauhan.
2. Address: http://groups.yahoo.com/group/hesma/
3. Created: 10 years ago
4. Archive: public
5. Moderated: No
6. Members: 58
7. Founded: Nov 8, 1998
8. Subscribe send email to: hesma-subscribe@yahoogroups.com

* Smaga91
1. Description: Ajang kumpul Alumni Smaga angkatan 91
2. Address: http://groups.yahoo.com/group/smaga91/
3. Created: 1 year ago
4. Archive: public
5. Moderated: No
6. Members: 27
7. Founded: Oct 4, 2008
8. Subscribe send email to: smaga91-subscribe@yahoogroups.com

* B6SMA3SKA1982
1. Description : Ex B6 SMA 3 Surakarta year 1982
2. Address: http://groups.yahoo.com/group/B6SMA3SKA1982/
3. Created: 6 months ago
4. Archive: Public
5. Moderated: No
6. Members: 19
7. Founded: Oct 9, 2008
8. Subscribe send email to: B6SMA3SKA1982-subscribe@yahoogroups.com

* pasmagata
1. Description: PASMAGATA (Paguyuban Alumni SMA Negeri 3 Surakarta) dibentuk melalui Musyawarah Nasional Alumni SMA Negeri 3 Surakarta.........
2. Address: http://groups.yahoo.com/group/pasmagata/
3. Created: 6 months ago
4. Archive: Membership required
5. Moderated: No
6. Members: 19
7. Founded: Oct 4, 2008
8. Subscribe send email to: pasmagata-subscribe@yahoogroups.com

* PALASMAGA
1. Description: PALASMAGA (Pecinta Alam SMA 3 Surakarta), adalah milis alumni PALASMAGA, pengurus PALASMAGA, dan simpatisan PALASMAGA
2. Address: http://groups.yahoo.com/group/PALASMAGA/
3. Created: 5 years ago
4. Archive: Membership required
5. Moderated: No
6. Members: 19
7. Founded: May 8, 2003
8. Subscribe send email to: PALASMAGA-subscribe@yahoogroups.com

* smaga86
1. Description: Salam Widya Karma Jaya!!! Mailing list ini diperuntukkan bagi rekan-rekan eks SMA 3 Surakarta angkatan 1986 untuk melepas rindu dan kangen setelah berpisah sekian puluh tahun lamanya karena adanya perbedaan jarak dan waktu di jagat raya ini
2. Address: http://groups.yahoo.com/group/smaga86/
3. Created: 1 year ago
4. Archive: Membership required
5. Moderated: No
6. Members: 17
7. Founded: Aug 12, 2007
8. Subscribe send email to: smaga86-subscribe@yahoogroups.com

Salam Widya Karma Jaya

Unggul Dalam Ilmu dan Perbuatan

Posted at www.wikarya.org

Jumat, 17 April 2009

Sosok Dahsyat Tung Desem Waringin

Langit di Serang Banten tidak mendung, namun akan terjadi “hujan”. Demikianlah yang terjadi di sana. Bukan hujan air, namun hujan uang senilai 100 (seratus juta rupiah). Seseorang berinisiatif melakukan hal tersebut dari atas helikopter. Ini bukanlah sebuah adegan film, namun benar-benar terjadi. Adalah Tung Desem Waringin, salah satu motivator Indonesia yang memiliki slogan “salam dahsyat” inilah aktor di balik hujan uang 100 juta di Serang Banten itu.

Rekans alumni SMA 3, tahukah teman-teman bahwa Tung Desem Waringin (TDW) merupakan alumni sekolah dengan motto ”Widya Karma Jaya” itu? Ya, kalaupun belum banyak yang tahu, informasi ini tentu akan sedikit membuka wacana teman-teman mengenai Tung Desem Waringin. Pria kelahiran Solo, 22 Desember 1967 ini pernah menempuh pendidikan di SMP Bintang Laut Solo. Setelah lulus SMP, TDW melanjutkan pendidikan ke SMA NEGERI 3 Solo. Melanjutkan kuliah S1 di Fakultas Hukum, Universitas Sebelas Maret Solo, TDW merupakan mahasiswa teladan yang berhasil menjadi juara lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional, juara cepat tepat P4 tingkat Propinsi Jawa Tengah serta prestasi-prestasi lainnya).

Prestasi tersebut tidak terhenti begitu saja. Tung Desem Waringin adalah Pelatih Sukses No. 1 di Indonesia (Majalah Marketing) dan masuk dalam salah satu tokoh The Most Powerful People & Ideas in Business 2005 (Majalah SWA). Sebagai pembicara, Tung Desem Waringin telah berbicara lebih dari 100,000 orang di Dunia.

TDW pernah berkarir di BCA pada Agustus 1992- Mei 2000, dari Lulusan Terbaik Management Development Program BCA sampai menjadi Pemimpin Cabang Utama BCA Borobudur Malang dengan catatan prestasi sebagai berikut:
1. Mengubah hasil audit dari terjelek seluruh Indonesia menjadi terbaik seluruh Indonesia di BCA Surabaya 1994, BCA Semarang 1995, BCA Malang 1997.
2. Meningkatkan pertumbuhan pemegang kartu ATM BCA di BCA Malang, dari no 7 se-Indonesia menjadi nomer 1 Se-Indonesia.
3. Menang Kliring dan Pulih pertama sejak di BCA di rush di bulan Mei 1998.
4. Tingkat mati mesin ATM terendah seluruh Indonesia selama 5 bulan berturut Januari-Mei 2000.
5. Pertumbuhan Kartu Kredit terbesar seluruh Indonesia April- Mei 2000.

Pada Juni 2000- Februari 2001, TDW bekerja sebagai Senior Vice President Marketing & Customer Care di LippoShop dengan catatan prestasi yang cukup gemilang pula, yaitu satu hari marketing, memenuhi order sebulan dan sejak menangani Customer Care Desember 2000-Januari 2001 semua komplain tertangani dengan baik. LippoShop tidak pernah di komplain masuk koran lagi.

TDW kemudian terkenal sebagai seorang konsultan/trainer terkemuka. Sebagai konsultan perusahaan, TDW berhasil meningkatkan pendapatan dari sebuah Media Iklan Gratis di Jakarta sebesar 16 kali lipat dalam waktu 1 bulan. Meningkatkan 100% penjualan di "MANET" Toko Busana Muslim di Tanah Abang. Meningkatkan 100% Aset Bank Lestari di Jl. Teuku Umar 121 Denpasar Bali & 2000% kredit sepeda motornya di Bali. Lebih lanjut, berhasil meningkatkan penjualan rata-rata sebesar 40% dari total 9.800 Sales dari Columbia Elektronik dan Furnitur, hanya dalam sebulan setelah training dilakukan. Sales shampoo Selsun naik 200%. Membuat Perusahaan Properti Coldwell Banker Sigit Tangerang Menjadi Top Office selama 3 Bulan berturut - turut, penjualan di Millenium Handphone & Accessories naik 500%. Meningkatkan penjualan Gapura Prima Group (The Bellezza, Bellagio) 400% hanya dalam waktu 1 bulan setelah training dilakukan.

Sebagai Konsultan pribadi, TDW membantu merubah orang menjadi percaya diri, menyembuhkan orang trauma, phobia, bulimia, menghentikan kebiasaan merokok, membantu orang gemuk menjadi langsing, membuat breakthrough sukses mulai dari anak petani sampai anak mantan Presiden Indonesia, dari lulusan SD sampai lulusan Doktor, juga Top Eksekutif dan Selebritis. Untuk hal ini TDW ditempatkan di peringkat tertinggi di Majalah Pilar Bisnis edisi November 2002 sebagai ”Pelatih yang mampu merubah CEO atau Top Eksekutif menjadi Lebih Hebat lagi”.

Penghargaan lain diperoleh TDW dari Museum Rekor Indonesia (MURI) pada Oktober 2005. TDW mampu memecahkan rekor MURI untuk Penjualan buku “Financial Revolution” Yang mencapai 10.511 eksemplar di hari pertama secara retail. Tidak berhenti disana, pada Juli 2008, TDW tercatat di MURI untuk ”Buku Terlaris di Indonesia yang Laku 38.878 Buku di Hari Pertama Peredarannya”; ”Buku Marketing Pertama di Dunia yang Waktu Launching Diliput Lebih dari 125 Mass Media dari Lima Benua secara gratis”; ”Buku yang di Launching dengan Cara Terunik di Dunia melalui Hujan Uang”; serta ”Buku Pertama di Dunia yang Punya Nilai Tambah 5 CD Audio + 2 Tiket Seminar 3 Hari”.

(Dikumpulkan dari berbagai macam sumber)


Dipublikasikan di www.wikarya.org, situs alumni SMA 3 Surakarta

Senin, 30 Maret 2009

Earth, Oracle and Facebook Fever

Long time ago, people were difficult to know the information in the other region. Beside that, they’re not easy to move from one place to other place, for the reason that the distance, transportation and communication tools were not properly yet. It means, world as a super big ball and people only live also know on the tiny area. They can’t move from one place to other place easily, in addition they can’t long distance communication as well.


But, Jayabaya, has a prediction called “Jangka Jayabaya”. Some of them said that Bumi saya suwe saya mungkret” or in other word “the earth will shrink”. What does it mean? Or globe will get smaller? Our earth will reduce the size? Some people probably have presumed “yes, our earth will reduce”. What’s the fact? The number of population in our earth like the explosion of bomb, then the density of population becomes high. Next, probably our earth can’t be occupied by human being. Our globe will be seen smaller.


Kenichi Ohmae revealed about global village. In regard with “the earth will shrink”, how can create a global village? One of the important keys in the term of village is good communication, easy to communicate with other and easy to meet with other as well. Impossible, it can not be implemented in our earth. Perhaps, people thought it in the past, really impossible.


But, that presume has broken, while it need long processes. Radio created by Marconi, telephone created by Alexander Graham Bell, until the massive growth of computer technologies and internet connection in our world, the global village has taken off. People can communicate with other people in different countries using internet. They are also able to see the live events in other country, like sport events, news and other information, very fast and actual.


Beside that, people also can make a friendship with other people. There are some of famous social relationship network, such as Friendster, Facebook, etc. Many people join on there. But now, Facebook is very popular in the world. Isn’t it? They can meet others in Facebook, they can meet friends, new friends, native or foreigner people too.


Sometimes, they can meet or can be met by their friends in Facebook. Like myself, last week I added Sue Geldard Zrinski Eishauer. She said in my wall “Nice to make contact with you also. I was trying to figure out if I knew you but I don't think so. We are probably related in the Lord though”. Then, I said to her, “Hahaha, I think so that because of God we can meet. Facebook and Internet make everyone in the world can meet :-)”. She agreed with me about that.


Then, there are available some facilities or application which can express the user mood, hobbies and share some ideas/invitation etc. Every day, many people sign up and sign in on Facebook. Like a disease, Facebook fever has infectious people in around the world.


In other side, any people rejected to sign up or join in Facebook. Like Agung from Denpasar, he said that if join in Facebook or other social friendship network, many people very easy to find and meet him. Other people said that, it can consume lot money for internet bill.


Join or not join with Facebook or others, welcome to global village. Our earth will shrink because of the growth of information system and technologies.

Jumat, 27 Maret 2009

Reflection on Nyepi’s Observance: Bali Takes a Day Off

Bali, the Island of Gods, have a lot of special point of interest. Beautiful scenery, gorgeous beach also the Bali’s traditional customs drive people from domestic also foreign come to Bali. They want to see the piece of heaven as well. Bali Hinduism, as a majority religion in this island, approximately 90 percent of total population, influence on all aspect in the Bali’s society. They have various Hinduism ceremonies and holiday to commemorate particular occasion, like full moon, Galungan, Kuningan, Nyepi, Saraswati, PagerWesi and other rituals in Hinduism.

In March 2009, Bali celebrates 3 (three) important days for Bali Hinduism. There are Galungan, Nyepi dan Kuningan. In the same time, begin in the third week of March, that’s the campaign period for political parties, as a par of general election schedule. This is the special case for Bali. If in other regional, the campaign period was started in 16th of March, for Bali was begun on 20th March, after the Galungan celebration on 18th of March. Galungan means when the dharma is winning, against with adharma. Galungan occurs every 210 days and lasts for 10 days. Kuningan is the last day of the holiday. During Galungan day, gods visit the Earth and leave on Kuningan.

One week after Galungan, the other special day for Bali is Nyepi. Nyepi is the first calendar of Saka New Year. “Nyepi” in terminology, is adopted from “Sepi”, based on the Indonesian Dictionary, it means sunyi; lengang (read: quiet; lonely; silent). Then, what does it mean? Nyepi is time for quiet, time for silent; and then popular with the day of silent. In the Hinduism, they should do ritual which they called with “Catur Berata”; Amati Geni (No fire/light); Amati Karya (No working); Amati Lelunganan (No traveling); Amati Lelanguan (Fasting). That’s the principle in Hinduism. In spite of Nyepi is primarily a Hindu holiday, non-Hindu residents of Bali should observe the day of silence also.

As a consequently of Catur Berata, it should be observed by Bali’s society in particularly.
All activities will be stopped in 26th of March 2009 as Nyepi holiday to commemorate the Catur Berata and meditation. That’s very special day, because Bali will be taking day off, no surfing, no dugem, no party, no swimming, no light, no working, no traveling and no other activities like that.

One day before Nyepi holiday, Bali Hinduism do a unique ritual. This is the popular ritual on this island. It called “ogoh-ogoh statues”. It builds for Pangrupukan eve which takes place on the Nyepi Day. Ogoh-ogoh statues normally have form of mythological beings, mostly demons or monsters, but now ogoh-ogoh statues have various forms, like celebrities, boxer or other popular people. The main purpose of the making of Ogoh-ogoh is the purification of the natural environment of any spiritual pollutants emitted from the activities of living beings (especially humans).

Ogoh-ogoh statue is made by the people of banjar (read: village) around Bali. In Pangrupukan eve, usually they lift up the ogoh-ogoh statue, and then go around banjar. Like a parade, children sing various songs as well. Finally ogoh-ogoh is burnt to ashes in a cemetery as a symbol of self-purification, before enter the New Year.

This year, ogoh-ogoh parade got a ban from the local government. It is related on the political parties’ campaign period in the same time. Local government worries that it can make the local security become unstable because of two big activities in Bali; ogoh-ogoh festival and political parties campaign; will invite lot of people. In the Pangrupukan eve next year, ogoh-ogoh parade will be coming back again.

That is the regulation from Bali’s local government. But, ogoh-ogoh statue still can be found in there. Wednesday, 25th March 2009, on 08.40, Bali’s Local Time, the traffic jam was held in the Jalan Raya Kuta, Bali. People who passed in Jalan Raya Kuta were surprised. They can see some young man make an ogoh-ogoh, and put it in the road. In the afternoon, ogoh-ogoh statues also can be seen in the several streets in Denpasar, like Teuku Umar and Diponegoro Highway. The ogoh-ogoh parade also can be seen in some banjar in Denpasar as well.


The Value of Nyepi
Catur Berata in Nyepi Day has many values for our life. All activities should be stopped. One day without working, light, electricity also. As a tourism destination, Bali is very busy every day. Bali never sleeps, twenty four hour Bali hectic always. Numerous vehicles like motor cycle, bus, and car as well make the road in Bali crowded. Surely, they need fuel every day. Then, all activities can’t be rid of with electricity, included in Bali. People use electricity for the lamp, television, computer, refrigerator etc. The electricity needs the fuel too.

A lot of advantage can be reached from Nyepi Day.It is time for meditation, contemplation and reflection, what happen in the last year, and what should we do in the next year. Stop the daily activities, can save energy particularly in fuel, electricity also. Perusahaan Listrik Negara (State Electricity Firm) said that if in Nyepi Day, it can save energy approximately 3 billion (assumed US$ 1 equal Rp 12.000, 00), equivalent US$ 250.000. This is very fantastic. The spirit of Nyepi should be spread to the other region, because of the global crisis, particularly in energy crisis. Definitely, Nyepi in addition saving on the fuel, because all vehicles/ land, water, air transportation as well, should be stopped.

In line with that spirit, the famous program from WWF called Earth Hour. On 28th March 2009, this program will invite all people to join for switch off the electricity, precisely on 08.30 pm until 09.30 pm local time. This is a fantastic program also and should be campaigned to other people, in the target for save the energy.

Last but not least, the spirit of Catur Berata and Nyepi bring many benefit for our life; reflection, contemplation, saving the energy as well. It possibly will bring our life better.

Senin, 16 Maret 2009

Kunci Utama Memutus Mata Rantai Penyakit Menular Seks

Bali, pulau dengan sejuta pesona, hingga banyak orang dari dalam maupun luar negeri ”tergoda” menikmati daya tariknya. Industri pariwisata berkembang, yang diikuti oleh usaha-usaha pengikut dan pendukungnya. Berbagai fasilitas dibangun dan dikembangkan untuk menyambut tamu-tamu wisatawan yang datang. Berbagai bidang pekerjaan pun tersedia di Pulau Dewata tersebut.


Meski demikian, kondisi tersebut pun membawa ”dampak buruk” bagi Bali. Industri prostitusi pun juga berkembang pesat di sana. Tentu, hal ini akan menjadi jalur yang akan menjadi media penularan dan penyebaran penyakit menular seks. Perilaku berganti-ganti pasangan disebut-sebut sebagai salah satu faktor penyebab penularan penyakit menular seks, selain ada faktor-faktor lain.


Penyakit menular seks atau dalam bahasa medis disebut sebagai STD (Sexually Transmitted Diseases) menjadi topik panas yang dibahas di masyarakat, terkhusus di Bali. Untuk di Bali, penularan penyakit menular seks menurut dr. Elly sangatlah cepat. Kasus-kasus yang terjadi selama ini penyakit tersebut ditularkan serta disebarkan melalui dunia prostitusi yang semakin luas, perilaku seks yang tidak aman dan sering berganti-ganti pasangan, arus keluar masuk penduduk yang tinggi dari dalam dan luar negeri dan praktik injeksi serta sterilisasi alat kedokteran yang belum memenuhi syarat seperti penggunaan jarum suntik bagi pecandu narkoba.


Masyarakat belum banyak yang paham tentang penyakit menular seks (PMS) ini, demikian dikatakan oleh dr. Elly menurut pengalamannya selama ini. Ia menyebutkan penyebab PMS yakni bakteri, virus, jamur, protozoa maupun ekstoparasit. Bakteri dapat menyebabkan penyakit kencing nanah dan sipilis (atau dikenal dengan raja singa). Virus menyebabkan penyakit HIV/AIDS, herpes genitalis, kutil kelamin dan hepititis B. Jamur dan protozoa mengakibatkan keputihan, ekstoparasit mengakibatkan gatal-gatal pada alat kelamin. Lebih lanjut, PMS yang disebabkan bakteri dan jamur dapat disembuhkan dengan antibiotik asal diketahui dan diobati sedini mungkin, sedangkan PMS karena virus sangat sulit diobati bahkan tidak dapat disembuhkan seperti HIV/AIDS.


Pengetahuan masyarakat yang masih minim akan apa itu PMS, bahaya yang ditimbulkan dan bagaimana memutus mata rantainya, disebut dr. Elly sebagai penyebab kasus ini akan tetap langgeng dan terus meluas, terutama yang ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak aman dan sering berganti-ganti pasangan. Oleh sebab itulah, dr. Elly menaruhkan perhatian khusus pada kampanye, sosialisasi dan edukasi ke masyarakat mengenai PMS melalui Elly Medical Service-nya ataupun ikut dalam program-program sejenis bersama-sama dengan rekan-rekan sejawatnya.


Dari pengalaman dr. Elly dalam pencegahan kasus PMS di Bali, perhatiannya saat ini dicurahkan pada pendekatan pada elemen masyarakat yang melakukan seks aktif dan berperilaku ganti-ganti pasangan, para Pekerja Seks Komersil misalnya, dikarenakan mata rantai penyebaran PMS sangat berpotensi melalui mereka. Tidak hanya mengedukasi dan memberikan pemahaman mengenai PMS, dr. Elly juga melakukan kerjasama dengan beberapa pihak untuk melakukan kampanye penggunaan dan pembagian kondom bagi mereka. Program tersebut telah dijalankan pada tempat-tempat yang berisiko terjadinya transaksi seks seperti lokalisasi, warung remang-remang dan tempat-tempat lain yang diduga rentan.


Menurut pengakuan dari beberapa pasiennya, pengetahuan akan penyakit menular seksual masih minim, juga dalam hal penggunaan kondom sebagai upaya pencegahan. Oleh sebab itulah, perlu lebih digalakkan lagi kampanye dan edukasi ke masyarakat. Dalam edukasi tersebut, disarankan bagi para pekerja seks komersil untuk selalu teratur memeriksakan diri dan menganjurkan penggunaan kondom untuk mencegah penularan penyakit.



Keprihatinan Pada Generasi Muda

Memutus mata rantai penyakit menular seksual tidak bisa dipisahkan dari generasi muda. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang demikan pesat ditunjang oleh rasa ingin tahu yang menggebu-gebu menjadikan kalangan generasi muda sebagai kelompok yang rentan terhadap penyebaran penyakit menular seks. Karena dorongan kedua hal tersebut, dapat menyebabkan terjadinya perilaku-perilaku menyimpang yang dilakukan, termasuk dalam seks bebas dan berganti-ganti pasangan.


Selain itu, generasi muda juga rawan dalam hal penggunaan narkoba. Dalam kaitannya dengan penyakit menular seks, pengguna narkoba dengan jarum suntik terutama, sangatlah mudah sebagai media penularan PMS. Hal tersebut dikarenakan biasanya pecandu narkoba menggunakan jarum suntik secara bergantian, padahal jarum suntik yang telah dipakai tersebut tidak aman dan tidak steril.


Arus migrasi baik wisatawan maupun tenaga kerja ke Bali, telah memengaruhi gaya hidup anak muda Bali. Sempat beberapa kali melihat 2 murid Sekolah Menengah Pertama berciuman bibir di pinggir jalan. Bahkan, dr. Elly pernah melihat adegan yang lebih panas dilakukan anak remaja di kolam renang. Sudah sejauh itu. Kalau di tempat umum mereka telah berbuat yang demikan,bukankah sangat mungkin mereka akan melakukan hal yang lebih? Beberapa waktu yang lalu pun, Bali digemparkan oleh video mesum yang dilakukan oleh anak muda yang juga marak di beberapa daerah di Indonesia.


Itu yang teridentifikasi, belum kasus-kasus yang belum terungkap, laksana gunung es. Untuk itulah dr. Elly terus berjuang untuk memberikan edukasi kepada generasi muda khususnya melalui gagasan pengenalan kurikulum reproduksi manusia, seksologi dan kontrasepsi di kalangan generasi muda. Meskipun masih sebatas gagasan, namun sejumlah kegiatan pengedukasian ke generasi muda pun telah dilakukan. Diharapkan, setelah memperoleh informasi seputaran reproduksi, seksologi dan kontrasepsi, kaum muda dapat berhati-hati dalam menjaga diri dan berperilaku sehat.


Proses Panjang

Menilik pada kegiatan-kegiatan edukasi yang dilakukan selama ini, dr. Elly mengakui bahwa butuh proses yang panjang dan dukungan dari segenap elemen pemerintah dan masyarakat. Para pekerja seks komersial, meskipun masih sangat kecil jumlahnya, yang dulu malu, takut untuk memeriksakan diri secara rutin dan tidak menggunakan kondom, telah mulai mengerti akan bahaya penyakit menular seks. Dikatakan dr. Elly, bahwa setelah diberi informasi mengenai hal tersebut, beberapa pekerja seks komersil menghubungi dr. Elly untuk sekedar berdiskusi, konsultasi ataupun memeriksakan diri.


Memutus mata rantai penularan penyakit menular seks itu perlu komitmen bersama. Komitmen untuk setia kepada pasangannya masing-masing, tidak berganti-ganti pasangan, menjauhi narkoba terutama narkoba suntik dan penting untuk selalu berhati-hati dalam pergaulan dan tindakan. Pernah ada satu kasus, secara tidak sengaja rekan sejawat dr. Elly terinfeksi virus HIV/AIDS. Jarum suntik yang digunakan untuk menyuntik pasiennya, secara tidak sengaja tertusuk. Ternyata, pasien tersebut mengidap HIV/AIDS. Akhirnya, teman dr. Elly ini pun tertular virus yang mematikan dan menjadi momok itu.


Janganlah ragu untuk memeriksakan diri, kalau memang telah terkena penyakit menular seks dapat segera dilakukan tindakan pengobatan. Kalau pun terpaksa harus melakukan aktivitas seks aktif dan berganti-ganti pasangan, lakukan secara aman dengan menggunakan kondom sebagai tindakan pencegah. Demikian, pesan yang disampaikan oleh dr. Elly.


Artikel ini juga dipublikasikan oleh Jangkang Research Institute. Klik disini

Rabu, 11 Maret 2009

Menggugah Kembali Semangat

Akhir-akhir ini, beban pekerjaan seperti menghimpit sesak. Aktivitas keseharian menjadi rutinitas yang kadang membuat jemu. Hingga membuat tersadar bahwa harus ada variasi tugas dan pekerjaan ataupun hingga berhenti sejenak mengistirahatkan diri. Perilaku seperti itulah yang akan membuat semangat ini menjadi membara lagi, setidaknya dalam beberapa waktu ke depan.

Komitmen tetap komitmen. Itu yang terus terdengung manakala melihat dua buah website www.wikarya.org dan www.jangkang.org. Website yang pertama adalah website untuk para alumni SMA 3 Surakarta, sedangkan website yang kedua adalah website untuk Jangkang Research Institute. Kedua website itu telah online dan tinggal mengisi dengan berita-berita serta informasi yang baru.

Sempat beberapa waktu terbengkelai, tidak terupdate. Selain waktu beban kerja yang berlebihan tadi, berakibat pada waktu untuk membuat dan mencari informasi/berita yang sesuai dengan website tersebut. Untuk website alumni SMA 3, telah diutarakan ke teman-teman untuk membantu mengisi, mengingat website bersama. Entah mengisi artikel, opini, lowongan kerja atau pun informasi yang lain. Namun hingga sekarang masih nihil. Maklum, belum diluncurkan secara resmi baik melalui milis-milis, informasi berantai hingga Facebook.

Untuk website Jangkang, memang website ini masih “under maintenance” namun mendekati selesai. Telah ada konsep di otak ini untuk mengisinya, namun keterbatasan waktulah yang menjadi kendalanya. Perjalanan berangkat, kerja dan perjalanan pulang Kuta-Denpasar telah menguras banyak tenaga, sehingga maksud hati ke warung internet kandas oleh kelelahan yang menghinggapi tubuh ini.

Mungkin juga kelelahan itu yang membuat semangat ini sedikit meredup. Harus dipacu dan dipompa kembali. Lihatlah, besok kedua website itu pasti terupdate.

Jumat, 06 Maret 2009

Bercermin Pada Kehidupan

Orang bijak berkata bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. Namun, berpijak dari pernyataan tersebut masih banyak yang tidak bisa memahami arti penting pengalaman, baik pengalaman dari diri sendiri maupun pengalaman dari pihak lain. Setiap kejadian, peristiwa tentu ada makna dibaliknya sebagai salah satu pelajaran yang berharga.

Adalah sebuah cermin. Ketika wajah seseorang di depannya, maka akan terpampanglah roman mukanya. Apabila sedang berias, diberikanlah kepadanya sebuah cermin. Bahkan seseorang pun bisa mengambil rambut ubannya dengan menggunakan cermin. Bawalah filosofi cermin untuk untuk berkaca tentang kehidupan.

Menyimak pemberitaan hangat di media massa saat ini, hampir tidak pernah putus pemberitaan mengenai bencana alam, kejahatan, masalah-masalah sosial hingga ontran-ontran di panggung politik. Peristiwa-peristiwa bila ditelisik akan menjadi cermin yang akan memaparkan potret kehidupan. Namun, ketika memandang potret itu, masing-masing memiliki argumennya masing-masing.

Catatan singkat mengenai dukun cilik, Ponari, dari Jombang. Bagaimana ribuan orang berduyun-duyun memadati rumah anak yang diakui memiliki “watu gledhek” yang sakti. Ada yang menyoroti karena berhubungan dengan biaya kesehatan yang yang tidak dijangkau masyarakat, ada yang mengatakan pengobatan Ponari itu sudah biasa dilakukan, dan berbagai pendapat lainnya. Bagi pemerintah, sepatutnya hal tersebut menjadi cermin, apakah memang biaya kesehatan itu ada masyarakat yang tidak bisa menjangkau.

Banyak pro dan kontra mengenai fenomena itu. Ketika ilmu dan praktek kedokteran telah dikenal oleh masyarakat, namun ternyata masih banyak orang yang secara tidak masuk akal meminum air mineral yang dicelup batu gledhek ataupun sumur di rumah Ponari. Adalah sebuah tantangan besar untuk mengedukasi masyarakat, siapa tahu malah air sumur itu penuh dengan bakteri yang mendatangkan penyakit. Tetapi, ada sebagian memang orang yang sakit menjadi sembuh karena tersugesti dengan meminum air rendaman itu. Namun yang pasti, fenomena itu menjadi sebuah cermin yang berharga.

Dalam ranah pendidikan, saat ini begitu deras di pemberitaan mengenai kasus kekerasaan yang dilakukan oleh siswa-siswa pada beberapa daerah. Kasus kekerasan yang direkam dalam melalui ponsel itu menampar sejumlah pihak. Satu kejadian di suatu daerah diikuti oleh siswa di daerah lainnya. Mungkinkah ini sebuah fenomena gunung es? Kejadian yang terlihat hanya sedikit yang terungkap namun masih menggunung kejadian lainnya yang belum kelihatan. Adakah yang salah dengan pendidikan di Indonesia sehingga siswa didiknya bertingkah layaknya preman jalanan? Bagaimana peran orang tua? Apa yang harus dilakukan untuk mencegah kejadian yang sama timbul kembali?

Tidak kalah pula fakta mengenai kasus aborsi yang terus terkuak, di Bali, di Jakarta ataupun di kota-kota lain di Indonesia, yang masih belum dikuak. Sangat mengerikan.

Kejadian-kejadian yang telah berlaku itu bisa digunakan sebagai cermin diri, apa yang salah dan apa yang harus diperbaiki di kemudian hari. Apakah ini yang diramalkan oleh Jayabaya dalam “Ramalan Jayabaya”? Beberapa diantarantya menyataka: Lali kamanungsan---Lupa jati kemanusiaan; Lali kabecikan--- Lupa hikmah kebaikan; Kanca dadi mungsuh ---Kawan menjadi lawan; Wong wadon ilang kawirangane--- perempuan hilang malu; Durjana saya sempurna--- Durjana semakin sempurna; Akeh anak haram---Banyak anak haram.

Ataukan menurut memang "jamane jaman edan. sing ora melu edan ora keduman”. Meskipun demikian, “sak beja-bejane wong kang lali isih luwih beja wong kang eling lan waspodo". Kira-kira seperti itulah yang dikatakan oleh Ronggowarsito.

Kiranya kejadian-kejadian yang terjadi akhir-akhir ini bisa menjadi cermin diri untuk kita semua.